Guncel Ekonomi blog Antonio Conte, Godfather yang Punya Karakter

Antonio Conte, Godfather yang Punya Karakter

Banyak prestasi gemilang yang sudah ditorehkan Antonio Conte, selama menjalani karir sebagai pelatih sepakbola profesional. Bukan saja soal membawa tim memenangkan banyak kompetisi tapi juga bagaimana dia mampu menciptakan suasana nyaman di ruang ganti, pantas saja jika pelatih 50 tahun itu  menerima jukukan Godfather.

Antonio Conte, Godfather yang Punya Karakter

Mandiri Sejak Kecil, Bentuk Karakter Dari Pelatih Lecce

Lahir dari kedua orangtua yang sibuk bekerja, Conte kecil tumbuh di lingkungan keras Lecce Italia. Kehidupan sehari-harinya tak jauh dari sepakbola yang kemudian menempatkannya sebagai salah satu pemain Club Lecce Junior dan mengikuti 84 Prediksi Skor Bola tim asal tanah kelahirannya. Dia menyebutkan bahwa kemandirian dan sikap kerasnya merupakan hasil dari masa kecilnya yang keras itu.

Dua mantan pelatihnya selama merumput di Lecce juga memiliki peran, hingga Antonio Conte berhasil menjadi salah seorang pelatih kenamaan yang sudah membesut delapan klub besar hingga saat ini. Mulai dari Arezzo tahun 2006-2007, lanjut ke Bari tahun berikutnya, Atalanta tahun 2009-2010. Kemudian Siena, lalu Juventus, Timnas Italia, Chelsea dan teranyar adalah Inter Milan sejak Mei 2019.

Nama pertama adalah Eugenio Fascetti yang memberikannya pelajaran tentang bagaimana metode memberi kepercayaan kepada pemain untuk tumbuh dan berkembang di lapangan. Kedua adalah Carlo Mazzone merupakan pelatih Lecce yang mengajarkannya tetap optimis walau tak memberikan kontribusi maksimal pada setiap Prediksi Skor Bola Lecce selama sembilan tahun terhitung 1985 hingga 1992. Dia bahkan mengaku masih berkabar dengan keduanya hingga saat ini dan banyak berdikusi tentang performanya saat ini yang tengah menjadi arsitek Inter Milan.

Prestasi Melatih dan Kesan Pemain

Selama menjadi pelatih, cukup banyak penghargaan yang sudah dihasilkan Antonio Conte diantaranya kampiun Liga Seri A untuk Juventus pada beberapa musim. Bersama Chelsea memang Conte kurang bersinar dalam berbagai Prediksi Skor Bola The Blues, namun di luar lapangan dia mampu menciptakan harmoni yang baik dengan pemain.

Conte juga pernah didapuk menjadi pelatih Timnas Italia selama dua tahun 2014-2016 saat itu kekuatan Italia kembali muncul walaupun tak berhasil memenangkan piala apapun. Saat itulah para pemain Timnas Italia memberikannya gelar Godfather karena selain memiliki strategi yang luar biasa, Conte juga bisa membuat pemain mendengarkan setiap ucapannya tanpa harus adu mulut.

Beberapa pemain yang pernah jadi anak asuhnya juga mengungkapkan bahwa kesan terbaik saat dilatih oleh pemain asal Italia itu adalah bagaimana Conte mampu menggali potensi dari masing-masing pemain sehingga mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi ketika merumput. Sebut saja nama Diego Costa, hingga hampir semua pemain Timnas Italia.

Perjalanan karir seorang Antonio Conte belum berakhir, saat ini dia masih memiliki banyak target memenangkan Prediksi Skor Bola pertandingan untuk membuat Inter Milan jadi klub dominan lagi di Liga Seri A Italia. Pastinya masih akan banyak kabar baru dari bapak dua anak tersebut yang sayang untuk dilewatkan.