Guncel Ekonomi blog Fungsi Dari Poster Dilarang Merokok

Fungsi Dari Poster Dilarang Merokok

Rokok, sudah tidak asing lagi kita dengan produk olahan tembakau satu ini. Setiap hari kita hampir bisa menjumpainya di mana saja. Padalah bukan menjadi rahasia umum bahwa rokok berbahaya bagi tubuh, dan bukan rahasia umum juga kalau sampai saat ini masih banyak orang yang mengabaikan resiko tersebut. Bahkan banyaknya poster dilarang merokok hanya menjadi peringatan yang dengan mudahnya diabaikan.

Walaupun kandungan nikotin pada rokok membuat para perokok menjadi rileks, nikotin juga membuat para perokok menjadi kecanduan. Hal tersebut yang membahayakan bagi perokok, walaupun membuat perokok menjadi rileks namun zat-zat yang terdapat pada rokok dapat membahayakan kesehatan para pengguna rokok. Walaupun dalam bungkus rokok hanya terdapat nikotin dan tar yang dicantumkan, masih ada banyak zat-zat lain yang terkandung dalam rokok.

Fungsi Dari Poster Dilarang Merokok

Zat Kimia Berbahaya Yang Tak Pernah Luput Disebutkan Dalam Poster Dilarang Merokok

1. Benzene

Benzene salah satu zat yang terkandung dalam rokok ini juga merupakan bahan yang bisa kita temukan dalam komposisi semen dan karet, zat ini juga pemicu dari penyakit leukimia atau kanker darah.

2. Formaldehida

Formaldehida atau yang sering kita dengar dengan kata formalin yang merupakan cairan yang digunakan untuk mengawetkan mayat ini menjadi salah satu bahan pembuatan rokok. Jika formaldehida terus menerus masuk kedalam tubuh manusia, penyakit kanker, serta penyakit yang berhubungan dengan pernapasan bisa lebih rentan menyerang para pengguna rokok.

3. Tar

Tar yang terdiri lebih dari 4.000 bahan kimia ini dapat memicu penyakit seperti kanker paru-paru, bronkitis kronis, serta emfisema.

4. Arsenik

Taukah kamu kalau bahan utama racun tikus terdapat dalam rokok? Ya, Arsenik merupakan bahan utama dalam membuat racun tikus. Jika arsenik terus menerus masuk kedalam tubuh penyakit seperti kanker paru-paru dan kandung kemih akan mudah menyerang para pengguna rokok.

5. Amonia

Sebenarnya zat amonia biasanya digunakan sebagai obat-obatan, bahan campuran pupuk urea, bahan pembuatan baterai, bahan bakar roket, pembuatan bahan peledak, dan masih banyak lagi. Akan tetapi zat ini akan menjadi racun jika dalam kombinasi dengan unsur tertentu. Jika kombinasinya tidak tepat dan masuk kedalam tubuh secara terus-menerus, amonia dapat menyebabkan bronkitis dan gangguan pernapasan lainnya.

6. Aseton

Kamu suka mewarnai kuku dengan kutek? Kamu harus tau jika zat yang digunakan untuk membersihkan kuku dari cat kuku ini ada pada rokok juga. Jika bahan ini dihirup terus dari asap rokok, penyakit kulit dan gangguan otak dapat menyerang tubuh.

7. Karbon Monoksida

Mungkin zat yang satu ini cukup familiar, karbon monoksida mermupakan bahan kimia beracun yang bisa kita temuan didalam asap buangan mobil dan motor. Mulai dari sakit kepala, mual, pusing, hingga berujung pada gangguan jantung merupakan dampak yang akan dialami oleh para perokok yang berasal dari zat ini.

Saat ini Indonesia menghadapi permasalahan yang serius terkait rokok, karena dua pertiga dari laki-laki dewasa di Indonesia adalah perokok. Sudah banyak kegiatan dan cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk memberikan himbauan serta larangan merokok agar tidak menjadi budaya di Indonesia sepertinya masih kurang efektif, salah satunya poster dilarang merokok.

Dalam sebuah studi di RAND (Amerika Research And Development), mengungkapkan jika poster dilarang merokok atau poster slogan dilarang merokok justru tidak memberikan dampak besar. Penemuan ini dimuat dalam Jurnal Nicotine & Tobacco Research, yang menjelaskan bahwa poster semacam itu tidak efektif dalam mengurangi jumlah atau minat orang untuk merokok.

Butuhnya perhatian lebih khusus, menggunakan metode yang lebih modern, serta membuat segmentasi yang tepat agar bisa menyentuh setiap kalangan untuk berkomitment tidak mencoba rokok, serta membuat para pengguna rokok untuk segera mengurangi hingga menghentikan kebiasaan merokok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *